By Sarah Aprilia
sarahaprilia607@yahoo.com
Mungkin suatu saat, aku akan mengalami kisah
yang membahagiakan atau sebaliknya, justru kisah yang memilukan. Tapi aku yakin, takdir akan terus berjalan seperti waktu yang tak akan
memundurkan jarumnya.
“ Rin ... tunggu”
Dengan santai aku menoleh kebelakang “ iyaa..
lama sih lo kei, jadi gue tinggal deh” ledekku
“yee.. bukannya minta maaf malah ngeledek” balasnya
sambil berjalan didepanku
Keita, seorang yang egois tapi bertanggung jawab dengan apa yang
diperbuatnya. Sudah sejak lama aku memperhatikannya. Mungkin sejak awal saat
aku dan dia bertemu di taman kota. Saat itu aku duduk sendiri di bangku
taman, dengan membawa selembar kertas
ulangan bertinta merah yang berarti nilai jelek. Saat itu Kei datang dengan
membawa setangkai bunga anggrek, sambil tersenyum dan mengajakku bicara.
Awalnya aku hanya diam dan mendengarkan semua ocehannnya. Sampai dia berbicara
“ besok
kita ketemu lagi ya, namaku Keita...” dengan senyuman dan lambaian tangan
kecilnya
Sejak
saat itu aku selalu menunggunya dibangku taman, dia
Entah rasa kagum semata atau rasa lain yang
tak ingin ku rasakan terhadapnya. Tapi aku tak ingin larut dalam rasa yang
mengikis kokoh tembok pertahana hati ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar